Kamis, 06 Oktober 2011

AGAMA ISLAM

Sejarah adalah sebuah kenyataan yang terjadi pada masa lampau. Kita sebagai kaum muslimin perlu dan harus mengetahui sejarah perkembangan agama islam yang kita anut dan yakini. Agama yang besar adalah agama yang menghargai sejarah dan jasa para pahlawannya. Pada garis besarnya, sejarah Islam dibagi menjadi tiga periode berikut ini.

1. Periode klasik (650-1250 M), merupakan zaman kemajuan. Periode ini dibagi menjadi 2 bagian, Fase ekspansi, integrasi, dan puncak kemajuan, terjadi kira-kira tahun 650-1000 M. dan Fase disintegrasi, terjadi kira-kira pada tahun 1000-1250 M.


2. Peride pertengahan (1250-1800 M), terdiri lagi atas dua fase, yaitu Fase kemunduran (1250-1500 M), dan Fase tiga kerajaan besar (1500-1800 M), yang mengalami Zaman kemajuan pada tahun 1500-1700 M dan zaman kemunduran 1700-1800 M.


3. Periode modern (1800-sekarang), merupakan periode kebangkitan umat islam. Pemikiran Islam pada zaman inilah disebut pemikiran modern Islam atau pemikiran modern dalam Islam. Pembahasan berikit ini akan menjelaskan perkembangan Islam pada masa pertengahan.

A. Kesultanan Usmani

Dinasti Usmani didirikan oleh Usman, putra Artogol dan Kabilah Oqhuz di daerah Mongol. Dibawah kepemimpinannya, wilayah kesultanan Usmani semakin luas dengan menaklukan wilayah Azmir (1327 M), Tharasyanli (1356 M), Iskandar (1338 M), Ankara (1354 M), dan Galipoli (1356 M).Sedangkan pada tahun 1453 M dapat mengalahkan Byzantium dan Konstantinopel di bawah pimpinan Muhammad Al-Fatih. Beberapa kemajuan pada masa Kerajaan Usmani, Yaitu :

1. Pemerintahan dan Militer

Sistem pemerintahan telah berjalan dengan baik, dan kekuasaan militernya pun handal. Pada masa ini muncul kelompok elite militer yaitu Jannisary atau Inkrisyariyah yang merupakan kekuatan penghancur dan penakluk negeri-negeri non muslim.


2. Pengetahuan dan Budaya

Akulturasi budaya dari berbagai Negara, diantaranya Kebudayaan Persia, Byzantium dan Arab. Sedangkan ilmu pengetahuan yang menonjol adalah bidang arsitektur dan hiasan kaligrafi.


3. Agama

Kesadaran agama pada masa Kerajaan Usmani sangatlah kuat. Pada masa ini muncul dua aliran tarekat, yaitu Bektsyi dan Maulawiyah.

Berikut ini nama–nama 38 penguasa Kesultanan Usmani. Yaitu :

Periode Pertama


1) Usman I 1299-1324

2) Orkhan bin Usman 1324-1359

3) Murad bin Orkhan 1359-1389

4) Bayazid I bin Murad I 1389-1402




Periode Kedua


5) Muhammad I bin bayazid I 1403-1421

6) Murad II bin Muhammad I 1421-1451

7) Muhammad II al-Fatih bin Murad I 1451-1481

8) Bayazid II bin Muhammad II 1481-1512

9) Salim I bin Bayazid II 1512-1520

10) Sulaiman al-Qununi bin Salim I 1520-1566

Periode Ketiga


11) Salmi II bin Sulaiman I 1566-1574

12) Murad II bin Salim II 1574-1595

13) Muhammad II bin Murad III 1595-1603

14) Ahmad I bin Muhammad III 1603-1617

15) Mustafa I bin Muhammad III 1617-1618

16) Usman II bin Ahmad I 1618-1622

17) Mustafa I untuk yang ke-2 1622-1623

18) Murad IV bin Ahmad I 1623-1640

19) Ibrahin bin Ahmad I 1640-1648

20) Muhammad IV bin Ibrahin 1648-1687

21) Sulaiman II 1687-1691

22) Ahmad II bin Ibrahim 1691-1695

23) Mustafa II bin Muhammad IV 1695-1703

Periode Keempat


24) Ahmad III bin Muhammad IV 1703-1730

25) Mahmud I bin Mustafa II 1730-1754

26) Usman III bin Mustafa II 1754-1757

27) Mustafa II bin Ahmad III 1757-1774

28) Abdul Hamid I bin Ahmad III 1774-1789

29) Salim III bin Mustafa III 1789-1807

30) Mustafa IV bin Abdul Hamid I 1807-1808

31) Mahmud II bin Abdul Hamid I 1808-1839


Periode Kelima

32) Abdul Majid bin Mahmud II 1839-1861

33) Abdul Aziz bin Mahmud II 1861-1876

34) Murad V bin Abdul Majid 1876

35) Abdul Hamid III bin Abdul Majid 1876-1909

36) Muh. V Rasyad bin Abdul Majid 1909-1918

37) Muh. Wahiduddin bin Abdul Majid 1918-1922

38) Abdul Majid II sebagai khalifah 1922-1924

B. Kerajaan Safawi

Kerajaan Safawi didirikan oleh Syah Ismail pada tahun 907 H/1500M. Syah Ismail berhasil menaklukan Irak, Turki, dan Baghdad. Ekspansi Syah Ismail didukung oleh pasukan Qizilbasi.

Pada masa Ismail (250-1524 M) mengukuhkan dirinya sebagai raja (syah), ia pun memproklamasikan Syiah Isra Asyariyah (dua belas) sebagai agama Negara. Namun, Persia sebelumnya berada di bawah kekuasaan Suni, Sehingga Syah Ismail harus mendatangkan Ulama Syiah dari wilayah lain yang kuat tradisi syiah nya seperti Irak, Bahrein, dan Libanon untuk mencapain tujuan yang dicita-citakannya ini.

Puncak keemasan Kerajaan Safawi terjadi pada masa kepemimpinan Syah Abbas (1588-1629 M)Syah Abbas berhasil memperluas wilayahnya ke Tabriz, Sirwan, Kepulauan Harmuz, dan pelabuhan Bandar Abbas. Beberapa kemajuan pada masa Kerajaan Safawi, yaitu :

1. Pemerintahan dan Politik

Struktur Organisasi pemerintahan Kerajaan Safawi secara administratif terbagi menjadi dua, yaitu horizontal dan vertikal. Secara horizontal berdasarkan kesukuan, sedangkan secara vertikal berdasarkan keistanaan (dargah) dan sekretariat Negara (divan atau mamalik)

2. Ekonomi

Adanya pelabuhan Bandar Abbas, pelabuhan menjadi ramai, sehingga Perdagangan semakin maju. Selain itu, juga mengalami kemajuan dalam bidang pertanian, terutama di daerah Bulan Sabit yang subur.

3. Ilmu Pengetahuan dan Budaya

Syah Abbas I mendirikan lembaga Pendidikan syiah, yaitu untuk lebih memantapkan aliran Syiah yang diyakininya. Pada zaman ini muncul beberapa ilmuwan, sastrawan, dan sejarawan, diantaranya Muhammad bin Husain Al-Amili Al-Juba’I. Muhamad Baqir Astarabadi, Sadrudin Muhammad bin Ibrahim Syiraji, dan Muhammad Baqir Majlisi.
Sedangkan dibidang budaya banyak dibangun gedung-gedung yang megah dan indah, baik itu kantor, masjid, rumah sakit maupun jembatan raksasa. Dalam bidang seni banyak sekali menghasilkan kerajinan tangan, keramik, karpet, dan seni lukis.

C. Kerajaan Mogul

Kerajaan Mogul didirikan oleh Zahiruddin Babur (1428-1530 M). Ia berkuasa selama 30 tahun. Setelah wafat digantikan oleh anaknya Humayun, dan ia berkuasa selama 9 tahun. Kemudian Humayun digantikan oleh anaknya yaitu Akbar. Akbar memperluas ekspansi dengan menguasai daerah Chundar, Ghond, Ovisa, dan Asingah. Beberapa kemajuan pada masa Kerajan Mogul, yaitu :

1. Politik dan Ekonomi

Stabilitas politik yang aman dan pemerintahan yag stabil, membuat laju perekonomian dan pertanian pun maju. Contohnya biji-bijian dan sayuran serta hasil kerajinan pengolohan kain untuk pakaian maupun gordyn.

2. Seni dan Budaya

Dalam bidang kesenian yang paling menonjol adalah sastra gubahan penyair Istana, yaitu Malik Muhammad Jayadi dengan karyanya yang berjudul “padyamat”. Demikian juga pembangunan masjid indah dan megah seperti Taj Mahal.

Berikut ini daftar nama-nama para raja yang berjasa di keraajaan Mogul-India :

1) 1526-1530 Zahiruddin Muhammad Babur

2) 1530-1556 Humayun

3) 1605-1627 Akbar Syah

4) 1627-1658 Jahangir

5) 1658-1707 Syeh Jehan

6) 1707-1712 Aurangzeb (Alamgir)

7) 1712-1713 Bahadur Syah I

8) 1713-1719 Jihandar Syah

9) 1719-1748 Farruk Siyar

10) 1748-1754 Muhammad

11) 1754-1759 Ahmad

12) 1759-1806 Alam II

13) 1806-1837 Akbar II

14) 1837-1857 Bahdur Syah II

D. Pengaruh Sejarah Perkembangan Islam Abad Pertengahan terhadap Umat Islam di Indonesia

1. Dalam bidang pemikiran, muncul pemahaman dari metode berpikir tradisional menjadi rasional.
2. Dalam bidang tauhid, berkembang pendekatan teologi Asy’ariyah.
3. Dalam bidang fiqih, muncul mazhab yang sangat besar, yaitu Syafi’I, Maliki, Hambali, dan Hanafi yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia.
4. Dengan berkembangnya pengetahuan dan kebudayaan, dapat memberikan pengaruh positif yang memiliki peradaban bagi masyarakat di Indonesia.
5. Perkembangan ajaran Islam yang sangat pesat dapat mengembangkan Syiar agama Islam, Sehingga nilai-nilai ajaran Islam dapat dianut dan dilaksanakan masyarakat muslim di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar